98% ALASAN LAMARAN KERJA DITOLAK




Banyak diantara kita selepas sekolah SMU/K memutuskan untuk mencari kerja. Alasannya untuk mencari uang sendiri dan membantu ekonomi orang tua. Berbekal IJAZAH seadanya tanpa pengalaman dan keterampilan tambahan. Ketika kondisi ekonomi Negara dalam keadaan stabil dan banyak INVESTASI masuk kedalam negeri. Kondisi apapun pelamar akan diterima. Posisi penempatan entry level.

Sebaliknya ketika kondisi ekonomi Negara dalam keadaan krisis, INVESTOR menarik sejumlah Modal. Dan sedikit sekali perusahaan yang bisa beroperasi, pengurangan karyawan besar-besaran. Maka akan terjadi peningkatan jumlah pengangguran. Lulusan baru SMU/K sangat sulit memperoleh pekerjaan.

Baik, sekarang kita selalu berdoa kondisi negera kita baik-saja, aman. Politik tidak “gaduh”, ekonomi stabil jauh dari jurang krisi. Adik-adik kita yang baru saja dan akan lulus dari wajib sekolah 12 tahun, bisa mudah memperoleh pekerjaan dan merasakan menikmati gaji. Tantangan berikutnya bagaimana caranya LAMARAN KERJA kita diterima, tidak ditolak, tidak diabaikan dikotak sampah dan memperoleh jawaban wawancara kerja.

Saya bawa informasi jeleknya…!!!@@@###???. Hanya 2% saja Dokumen Lamaran Kerja yang diterima untuk dipanggil wawancara kerja oleh HRD atau Personalia. Jadi peluang kerja tersedia hanya 2% dari jumlah pelamar yang masuk. Kita butuh metode, TOOL dan ILMU agar mudah diterima bekerja. INFO bagusnya ….. ada Event PELATIHAN untuk SDM berjudul

“PELATIHAN MELAMAR KERJA – penerapan aplikasi MPD SI.AP KERJA™”


Melalui pelatihan yang diadakan MWE® ACADEMY, peserta akan dibantu memenangi peluang yang 2%. Coach Dedi Triputra akan membagi pengalaman sebagai OWNER |  TRAINNER | WRITER ke peserta seluk beluk menjadi EMPLOYEE (karyawan) yang banyak di”cari” oleh perusahaan.

Ceritanya MWE® ACADEMY dan Coach DEDI TRIPUTRA bersedia keliling Sekolah dan Kampus di seluruh Indonesia. Lalu Informasi aktual tentang Event ini bisa langsung ke lokasi ;



CV. MTI – MWE® ACADEMY
RUKO BERINGIN HILLS ESTATE NO2
Jl. Raya Beringin Tambakaji Ngaliyan
Semarang




No comments:

Post a Comment